Christensen: Pertanda yang Baik

"Bisa bermain di Liga Champions berarti pelatih percaya denganmu. Inilah pesanku malam ini. Aku percaya kepada semua pemainku, tak hanya lewat kata-kata namun dengan perbuatan."

Senada dengan yang dikatakan oleh Antonio Conte sepekan lalu segera setelah mengalahkan Qarabag meski mengubah susunan drastis pemain dari tim yang meraih kemenangan di Premier League pada laga sebelumnya. Salah satu pemain yang ia jadikan acuan adalah Andreas Christensen, yang tampil apik dalam kemenangan 6-0 itu, yang juga tampil apik saat menjadi starter di laga sebelumnya, di Wembley, kala mengalahkan Spurs. Ia juga diturunkan sebagai pemain pengganti di tiga laga lainnya.

"Senang mengetahui bahwa manajer mempercayaimu dan ia jika ia berkata mempercayai semua pemain, maka itu bagus," kata Christensen pada situs resmi Chelsea ketika ditanya soal dimainkan di laga-laga besar.

"Sekarang setiap pemain harus terus menunjukkan kemampuannya di lapangan."

"Laga (kontra) Tottenham itu sangat sulit dan semua laga di Liga Champions adalah laga yang besar jadi menikmati setiap menit di lapangan dan kurasa sejauh ini aku telah menunjukkan pertanda yang baik."

Sudah hampir tiga tahun sejak Christensen melakukan debutnya untuk Chelsea di ajang League Cup di bermain penuh di laga itu dan kemudian juga diturunkan di FA Cup serta Premier League di musim itu. Ia kemudian dipinjamkan selaam dua tahun ke Borussia Monchengladbach yang berjalan sesuai dengan harapan. Pemain muda asal Denmark ini dengan cepat menjadi pemain regular di tim yang meraih prestasi tinggi di divisi teratas sepakbola Jerman dan bahkan bermain di Liga Champions. Ia kemudian terpilih sebagai Player of the Year versi suporter di musim pertamanya di sana. 

"Aku bermain hampir di setiap laga dan di Liga Champions, di mana kami mendapat grup yang sulit dengan adanya Barcelona, Man City, Juventus, Celtic dan Sevilla," jelasnya. "Jadi ada banyak laga sengit dan sulit mencuri poin dari mereka tapi kami sudah melakukan apa yang bisa kami lakukan dan aku menikmati masa peminjaman selama dua tahun itu."

"Di musim pertama, kami finis diurutan empat di liga. Kami mengawalinya dengan kalah di lima laga pertama sebelum menang 14 atau 15 kali beruntun dan musim pertama itu merupakan musim yang sempurna buatku dan klub."

"Di musim kedua, kami finis di paruh atas tapi tidak pada posisi yang kami inginkan lalu kami berganti manajer dan hasilnya tidak terlalu stabil, tapi aku tetap mendapat banyak pelajaran dari situ."

Jadi, apa perbedaan pemain 21 tahun ini dengan sebelum bermain di Bundesliga dua tahun lalu?

"Pertanyaan yang sulit tapi yang jelas ada perbedaan di sana-sini," jawabnya. "Aku mendapat lebih banyak menit bermain jadi aku lebih percaya diri dan menjadi lebih maju sebagai seorang pribadi. Aku masih orang yang sama hanya lebih dewasa."

Kembali ke Chelsea, sejauh ini Conte selalu menurunkan Christensen sebagai bek tengah dari tiga bek di belakang, alternatif untuk David Luizl. Selama pramusim terlihat jelas bahwa bek pengalaman asal Brasil itu berhasil memberikan petuahnya kepada pemain muda berprospek ini.

"David selalu melakukannya, ia orang yang baik. ia menginginkan yang terbaik dari setiap orang dan tim," kata Christensen. "Jika ia melihat sesuatu, ia akan mengatakannya, tak peduli kepada siapa."

"Ketika aku masih muda, timku selalu bermain dengan empat bek lalu di di musim pertamaku di Gladbach, kami berubah dari empat bek menjadi tiga bek hingga nyaris sepanjang musim. AKu jadi bek tengah, jadi aku tahu posisi itu. Ini sedikit berbeda dari apa yang diminta manajer-manajer lain kepada pemain yang bermain di posisi itu, tapi secara umum, ini posisi yang sama."

Kini jelas sudah bahwa Christensen akan bermain berturut-turut di laga domestik menyusul skorsing tiga laga yang diterima David Luiz, dan tampaknya ia hampir pasti akan menjadi starter di laga kontra Nottingham Forest dini hari ini sesuai dengan apa yang dikatakan Conte pada konferensi pers pra pertandingannya. Setelah laga itu, ia akan tampil kembali saat bertandang ke Stoke dan menjamu Man City, tim yang sudah ia kenal dengan baik.

"Bahkan, laga pertamaku bersama tim utama Chelsea adalah melawan Man City di Amerika dalam tur pasca musim kompetisi, dua kali malah, lalu di Liga Champions selama dua tahun berturut-turut bersama Gladbach. Aku belum mendapatkan hasil terbaik tapi mudah-mudahan hasil itu akan datang."

Masih ada banyak laga yang harus dilewati sebelum bertemu City, termasuk laga dini hari nanti, yang memberi kesempatan bagi pemain asal Denmark ini untuk memberikan kemenangan ketiga dari tiga laga yang pemain muda asal Denmark ini mainkan sebagai starter sejak kembali ke London.