Preview Pertandingan Final Liga Champions: Bayern Munich vs Chelsea

Preview Pertandingan Final Liga Champions: Bayern Munich vs Chelsea

Komentar : 13:43 19 Sabtu, Mei 2012
 

Terdapat sebuah patung di luar stadion Chelsea. Tertulis di atasnya: "Stamford Bridge memiliki banyak pahlawan tetapi hanya ada satu raja." Sabtu malam ini mungkin memberikan peluang bagi seseorang untuk mendapatkan status seperti itu.

Peter Osgood mendapatkan status raja berkat tendangan kaki kanannya ke pojok gawang Real Madrid di Athena pada tahun 1971. Sementara Gianfranco Zola juga terus mendapatkan tempat di hati setiap pendukung Chelsea berkat gol penentunya di Stockholm melawan Stuttgart pada tahun 1998. Final kejuaraan-kejuaraan Eropa memang selalu hebat. Adakah yang lebih menyakitkan daripada kekalahan di Moskow 2008?

Tidak ada hadiah bagi Anda yang berada di peringkat kedua. Di Munich, salah satu dari pahlawan kami bisa meluncurkan diri mereka untuk menjadi seseorang yang begitu dikagumi oleh semua orang di Chelsea.

Pertandingan akhir pekan ini tidak ada hubungannya dengan peluang terakhir untuk lolos ke Liga Champions musim depan, tidak juga demi menjatuhkan Spurs agar tidak bisa tampil di kejuaraan ini. Ini semua soal kejayaan. Soal sejarah.

Chelsea secara resmi merupakan klub tingkat tiga di Eropa, melawan Bayern Munich, yang berada di tingkat keempat. Keduanya berada di final karena mereka secara luar biasa berhasil mengalahkan tim-tim dari peringkat pertama dan kedua.

The Blues kini ingin menjadi klub London pertama yang  memenangi gelar terhebat di Eropa tersebut, sementara Bayern ingin menjadi tim ketiga yang berhasil memenangi gelar di kandang sendiri.

Allianz Arena bukanlah kandang Bayern selama berpuluh-puluh tahun. Stadion ini sangat besar, modern, namun minim cerita, mereka baru menempati stadion tersebut satu tahun lebih awal daripada Arsenal di Emirates. Ukuran lapangan Allianz Arena sendiri sama dengan ukuran lapangan Camp Nou milik Barcelona (105m x 68m), sedikit lebih besar daripada Stamford Bridge (103m x 67m).

Chelsea ini bukanlah Chelsea yang dengan mudah menerima kekalahan. Di babak 16 besar leg pertama, kami kalah 1-3 dari Napoli namun kemudian mampu membalikkannya, begitu pula di leg kedua melawan Barcelona di mana kami sempat tertinggal 0-2 terlebih dahulu.

Kekuatan kami benar-benar tersebar. Tujuh gol terakhir Chelsea di kompetisi ini dicetak oleh tujuh pemain yang berbeda, dan lima assist dilepaskan oleh lima pemain berbeda pula. Dengan empat pemain tak bisa bermain - John Terry, Branislav Ivanovic, Ramires, dan Raul Meireles - membuat hal ini menjadi sulit bagi Chelsea. Bayern akan kehilangan tiga pemain kunci mereka pada Sabtu ini. Tim terbaik mereka, yang juga tampil melawan Real Madrid dan mengalahkan mereka, baru saja menerima kekalahan 5-2 dari Borussia Dortmund di DFB Pokal. Hanya Barcelona yang terakhir mencetak empat gol ke gawang mereka, dan itu terjadi tiga tahun yang lalu.

Hasil Dortmund tersebut diraih berkat serangan balik yang cepat plus kesalahan beberapa pemain Bayern. Dalam beberapa kesempatan, lini tengah dan belakang mereka begitu rapuh. Padahal, Luis Gustavo, Holger Badstuber, dan Daniel Alaba - tiga pemain yang absen di final Liga Champions - bermain di pertandingan tersebut.

Pemain penting Bayern di lini tengah, Bastian Schweinsteiger, tidak berada dalam kondisi 100% setelah cedera. Pelatih Jupp Heynckes pun tak punya pilihan selain memainkan bek veteran Daniel van Buyten. Van Buyten sendiri baru kembali dari cedera patah tulang metatarsal sejak Januari lalu, dan sudah bermain selama satu jam bersama tim cadangan Bayern.

Semua orang di Munich saat ini mungkin sedang mewaspadai kehadiran Didier Drogba, seperti yang pernah ia tunjukkan saat kedua tim bertemu pada April 2005 lalu. Pemain asal Pantai Gading ini berulang kali membuat repot duo bek tengah Lucio dan Robert Kovac. Bekerja sama dengan Frank Lampard, keduanya mencetak lima dari enam gol yang dicetak Chelsea di pertandingan tersebut.



Petr Cech, Frank Lampard, Didier Drogba, John Terry, dan Bastian Schweinsteiger merupakan pemain-pemain yang masih tersisa dari pertandingan tahun 2005 tersebut.

Ancaman terbesar dari Bayern mungin akan datang dari Arjen Robben, Mario Gomez, dan Franck Ribery. Winger asal Perancis tadi telah melepaskan 30 assist musim ini dan menjadi pemain yang paling sering dilanggar di kompetisi ini.

Sudah ada tiga tim yang berhasil bermain di final kejuaraan Eropa di kandang mereka sendiri, dengan dua di antaranya meraih juara. Real Madrid menang 2-0 atas Fiorentina di Bernabeu pada tahun 1957, Inter atas Benfica dengan skor 1-0 di San Siro tahun 1965, dan Liverpool pernah menang adu penalti atas AS Roma di Stadio Olimpico.

Empat final kejuaraan Eropa terakhir yang mempertemukan wakil Inggris dan wakil Jerman, semuanya dimenangkan oleh wakil Inggris. Kekalahan Bayern dari Manchester United pada tahun 1999 adalah yang terakhir.

Ada lima final Liga Champions yang diakhiri dengan adu penalti, tahun 2008 di Moskow adalah yang terakhir terjadi, dan yang paling menyakitkan bagi kami.

Chelsea telah memenangkan dua dari empat adu penalti di Eropa, dua kegagalan terjadi saat menghadapi United di 2008, dan Liverpool tahun 2007. Bayern telah memenangi semua adu penalti di kompetisi UEFA.

 

Selalu Update

Berlangganan Berita dan Penawaran dari Chelsea
Jadilah yang pertama mendapatkan berita terbaru seputar Chelsea FC. Daftar sekarang.
* Email:
* Tanggal Lahir:
Jika Anda ingin menerima penawaran dan promosi tertentu dari pihak ketiga yang kami rasa menarik bagi Anda, centang di sini.
* Centang di sini untuk menyetujui syarat dan ketentuan serta kebijakan privasi kami.
LEMARI TROFI CHELSEA FC
  • facebook
  • twitter
  • Blog